Entahlah. Sejak kapan menara itu bernama Menara Lak Bok. Tak seorang pun tahu dan tak seorang pun mau tahu. Baca selebihnya »
Menara Lak Bok
Posted in Curhat Darurat, Fenny Risma Kumayas, Novel dengan kaitan (tags) Bandung, Bontang, Fenny Risma Kumayas, Menara Lak Bok on Februari 18, 2011 by Dwi Hendro BasukiMenyentuh Tubuh Teater
Posted in Curhat Darurat, Proses, Teater dengan kaitan (tags) Acep Ustman Arifin, Buletin Guam, Fenny Risma Kumayas, Jerzy Grotowski, Komunitas Langit, lakon, renik, set, sulap, Teater, Tubuh on November 13, 2010 by Dwi Hendro BasukiSaya mengibaratkan teater sebagai tubuh manusia dan itu barangkali dapat menjadikan teater sebagaiĀ sesuatu yang lumrah dan akrab bagi kita. Baca selebihnya »
V Nol / Luwak
Posted in Curhat Darurat, Teater on Mei 18, 2009 by Dwi Hendro BasukiDraft Monolog
Setting: mirip ruangan dalam kamar, cahaya agak redup dan menyudut di sebuah kursi malas. Bisa juga di situ hanya ada sehelai kain yang panjang membagi ruang dalam keadaan seimbang.
Interogasi
Posted in Cerpen dengan kaitan (tags) Banjaran, Interogasi, Tanjungsari on Mei 17, 2009 by Dwi Hendro BasukiCerita Pendek Dwi Hendro Basuki
Sebetulnya nama saya Masyitoh. Tetapi, setelah saya tinggal bersama Ma Anteh, saya seringkali dipanggil Imas dan seringkali pula sambil diludahi oleh mulut Ma Anteh yang selalu merah itu. Baca selebihnya »
Hamsad
Posted in Cerpen dengan kaitan (tags) Cerpen, facebook, Hamsad, Malari, Maukah Kau Menghapus Bekas bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu, PKI on Mei 5, 2009 by Dwi Hendro Basukiapa yang harus diucapkan ketika aku ketemu Hamsad dalam 2 hari ini? Tak tanggung-tanggung, kami ketemu 2 kali di dalam toilet. Di sana, aku dengar suara pipis dewa cerpen Indonesia yang satu ini. Akh, ternyata sama saja denganku. Malah, pipis Hamsad lebih nyaring. Mungkin karena dia tak bisa nahan pipisnya. Baca selebihnya »


