Bukan kematian benar menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutabu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertakhta// (okt 1942) heum, sajak yang cukup irit. Namun, meski begitu, membaca sajak ini acap mengingatkan saya kepada nenek saya sebelum ia “menerima segala tiba”. Saya ingat. Nenek saya selalu mengumpulkan plastik pembungkus kopi bubuk bergambar kapal laut. Setiap kali kopi di dalamnya habis, ia lipat bungkusnya lalu ia simpan ke dalam kaleng biskuit kosong di dalam lemari makan. Suatu hari nanti, ia akan membuka kaleng itu seperti membuka tabungan dan mengeluarkan isinya yang sudah agak kusam. Nenek lalu bergegas pergi dan pulang kembali sambil membawa dua buah gelas yang baru. Nenek bilang, gelas itu hadiah. Tetapi sayang. Gelas itu bukan hadiah untuk saya. Padahal, saya selalu berharap jika nenek pulang, ia membawa sesuatu sebagai hadiah yang bagus. Untuk saya. Namun, itu tak pernah terjadi. Meski begitu, saya tahu nenek teramat baik. Setiap kali nenek marah, ia tak pernah sekalipun menghardik. Nenek hanya menatap. Dari tatapannya, nenek seolah bilang, kesalahan tinggal kesalahan. Tak perlu dipersoalkan. Tetapi, lain kali camkan kesalahan itu. Begitulah. Nenek makin tua saja dan ketika terakhir kali saya melihatnya tiga tahun yang lalu, tatapan matanya begitu sejuk. Waktu itu saya menghampirinya di kamar tempat ia seringkali menghabiskan waktu untuk menjahit pakaian yang luka. Nenek menatapku dan bertanya apakah saya sudah makan atau belum. Saya kira nenek sudah lupa. Tak mungkin saya menolak masakan yang diracik nenek. Ah, nenek waktu itu tampaknya hanya berbasa-basi sebab ia kembali menjahit tanpa menunggu jawaban saya. Jika sudah begitu, saya melihat wajah nenek tampak bersinar di depan meja jahitnya, di depan jendela kamarnya. Tetapi, jika sekarang saya ada di dalam kamarnya, barangkali saya cuma akan melihat tiang-tiang ranjang yang beku dan berkilatan. Juga sebuah nisan.
April 29, 2009 -
Ditulis oleh
Dwi Hendro Basuki |
Hari Baru, Siklus |
|
1 Tanggapan
mana heula jeung nu nang uing na fb euy? moal enya bulanna ning saua pisan? dekge geus lila teu jarah eung! lewang ning nyah?